Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Jiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Peran Orang Tua Dalam Memandirikan Anak Retardasi Mental


ABSTRAK

Peran Orang Tua Dalam Memandirikan Anak Retardasi Mental Di SLB-C Dharma Putra Daha Desa Turus – Kecamatan Gurah – Kabupaten Kediri. Dyah Ayu Widyaning Lestari (2011). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif, Program Studi Keperawatan Lawang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.  Pembimbing (utama) : Albertus Setijono, SST , MPd.  Pembimbing (pendamping) : Mustayah, M Kes
Kata kunci : Peran, Orang Tua, Memandirikan, Anak Retardasi Mental

Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh adanya hendaya (impairment) keterampilan (kecakapan, skill) selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingkat inteligensi.. Orang tua anak dengan retardasi mental memiliki peran penting dalam  kemandirian anak untuk kehidupannya kelak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam memandirikan anak retardasi mental di SLB Dharma Putra Daha - Kediri. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juni 2011 dengan menggunakan teknik Total sampling atau sampling jenuh yaitu dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel dan didapatkan responden sebanyak 24 orang. Hasil penelitian didapatkan peran orang tua dalam memandirikan anak retardasi mental saat anak makan dengan tangan 8 responden (33 %) berperan cukup baik , saat anak minum dari cangkir 10 responden (42 %) berperan kurang baik, saat anak makan dengan sendok 14 responden (59 %) berperan  kurang baik, saat anak memakai celana 10 responden (42 %) berperan tidak baik, saat anak memakai kaos kaki 11 responden (46 %) berperan kurang baik, saat anak toilet tranning ( bab dan bak ) 13 responden (54 %) berperan tidak baik, dan saat anak menggosok gigi 9 responden (38 %) berperan cukup baik. Peran orang tua dalam memandirikan anak retardasi mental di SLB Dharma Putra Daha - Kediri secara kualitatif dalam kategori kurang baik yaitu sebanyak 15 responden ( 63% ) mendapatkan skor 40 – 55%. Dari hasil penelitian ini diharapkan orang tua siswa senantiasa meningkatkan perannya dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara – cara memandirikan anak secara tepat  sehingga  anak nantinya dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat.

Minggu, 25 Desember 2011

Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Oleh Perawat Pada Pasien Menarik Diri


ABSTRAK
Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Oleh Perawat Pada Pasien Menarik Diri Di Ruang Kenari Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang kabupaten Malang. Syaironi As’ad (2011) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif, Program DIII Studi Keperawatan Lawang Jurusan Keperawatan Politeknik Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) : Albertus Setijono, SST. MPd Pembimbing (pendamping) : Abdul Hanan, S.Kep.Ns, M.Kes
                                                                                                                     

Kata kunci : komunikasi Terapeutik, Perawat, Menarik Diri.

WHO melaporkan bahwa penduduk Indonesia 2-3% pada usia 45-90 tahun banyak mengalami gangguan jiwa menarik diri dan memerlukan perawatan di Rumah Sakit. Pada klien menarik diri, komunikasi antara perawat dengan klien mengalami banyak hambatan, hal ini disebabkan klien dengan menarik diri cenderung menghindari untuk berinteraksi dan hubungan dengan orang lain, sehingga klien sangat pasif, disinilah letak peran perawat untuk melakukan komunikasi terapeutik antara hubungan perawat-klien. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pelaksanaan komunikasi terapeutik oleh perawat pada pasien menarik diri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Responden sebanyak 11 responden terdiri dari perawat yang bekerja di Ruang Kenari Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, diambil dengan teknik sampling jenuh pengambilan data menggunakan kuisioner, setelah data terkumpul dianalisa menggunakan analisa diskriptif. Hasil penelitian pelaksanaan komunikasi terapeutik oleh perawat pada pasien menarik diri pada fase pra interaksi 72,72%, fase kerja 63,63%, fase terminasi 45,46% berkriteria baik, namun pada fase perkenalan atau orientasi 54,54% mengalami penurunan kriteria yakni cukup baik, sedangkan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pasien menarik diri 63,63% berkriteria baik. Perlu dipertahankan dan ditingkatkan pelaksanaan komunikasi terapeutik oleh perawat pada pasien gangguan jiwa dengan melalui program-program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih komplek tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik dan melakukan pengkajian yang lebih mendetail pada faktor yang mempengaruhi komunikasi terapeutik dalan praktik keperawatan sehingga memperoleh data yang lebih akurat terutama tentang komunikasi terapeutik.

Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menghadapai Ujian Karya Tulis Ilmiah


ABSTRAK


Suhariyanto, 2007. Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menghadapai Ujian Karya Tulis Ilmiah Semester IV Program Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Malang Progsus RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pembimbing : (1) Marsaid, SKep,Ns (2) Agus Setyo Utomo, APP


Kata kunci : Kecemasan, Mahasiswa, Ujian, Karya Tulis Ilmiah

Kecemasan adalah merupakan suatu penyerta yang normal dari pertumbuhan di dalam kehidupan manusia dimana hampir semua manusia disepanjang hidupnya, kecemasan selalu menyertainya. Setiap masalah pertumbuhan mengandung kesulitan tapi kurangnya kendali dari mahasiswa terhadap situasi dapat menimbulkan kecemasan.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian karya tulis ilmiah Prodi Keperawatan Lawang Progsus RSJ Dr. Radjiman wediodiningrat Lawang yang dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2007. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan populasinya adalah mahasisawa Progsus RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Prodi Keperawatan Lawang. Metode pengambilan sampling adalah consecutive sampling dengan jumlah responden 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Setelah data terkumpul, ditabulasikan untuk kemudian dilakukan scoring dan diprosentasekan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dalam menghadapi ujian karya tulis ilmiah semester IV Program Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Malang Progsus RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang sebanyak 60% responden mengalami kecemasan ringan dan 40% mengalami kecemasan sedang.
Dari hasil penelitian tersebut dapat menggambarkan bahwa mahasiswa Prodi keperawatan Lawang Poltekkes Malang Progsus RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, semua mengalami kecemasan. Dari penelitian ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa dengan cara mengintensifkan persiapan baik pengetahuan maupun mental tentang karya tulis ilmiah dan yang berkaitan.   

Sabtu, 24 Desember 2011

Gambaran Konsep Diri Lansia Yang Ditinggal Mati Pasangan Hidupnya


ABSTRAK

Gambaran Konsep Diri Lansia Yang Ditinggal Mati Pasangan Hidupnya Pada Jemaat Gereja Protestan Indonesia Barat Pelangi Kasih Lawang - Malang”. Widodo,Gatot, 2011.  Karya Tulis Ilmiah Program Studi Keperawatan Lawang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama). H. Siswanto, SPd,M.Kes
Pembimbing (Pendamping)Albertussetijono,SST,MPd

Kata Kunci    : Konsep Diri, Kehilangan, Pasangan Hidup, Lansia.
Kehilangan dapat dalam berbagai bentuk dalam kehidupan kita, tetapi tidak ada kehilangan yang lebih besar selain kematian dari seseorang yang kita cintai dan kita sayangi seperti orang tua, saudara kandung, pasangan hidup. Dalm proses kehilangan tersebut mampu mempengaruhi  konsep diri seseorang yang dalam penelitian ini adalah lansia. Metode desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Besar responden dalam penelitian ini adalah 30 responden yang diambil secara total sampling, peneliti mengumpulkan data dengan kuesioner. Hasil pengumpulan data akan dianalisa dan diprosentase. Selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan interpretasi data pada masing-masing sub variable yang diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran konsep diri lansia yang di tinggal mati pasangan hidupnya pada jemaat  GPIB Pelangi Kasih Lawang dengan total responden 30 lansia. sehingga dapat menjadi informasi bagi instansi yang terkait. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa  konsep diri lansia di Jemaat GPIB Pelangi Kasih Lawang kabupaten Malang, baik/ cukup baik, ini ditunjukkan dengan prosentase secara khusus 47% lansia “baik” dan 43% lansia “cukup baik”.Saran dari peneliti adalah tinkatkan terus konsep diri yang baik demi terciptanya kehidupan yang selaras dan indah, menuju hari Tua yang sejahtera

Gambaran Stres Siswa Di SMK Penerbangan Angkasa Malang


Abstrak

Gambaran Stres Siswa Di SMK Penerbangan Angkasa Malang. Russy Eka Luthfita Sari (2011) Karya Tulis Ilmiah Diskriptif, Program Studi Keperawatan Lawang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing I (utama) :  Albertus Setijono, SST, SPd, MPd. Pembimbing II (pendamping) : Ns. Supono, M Kep, Sp.MB.


Kata kunci : Stres, Siswa, SMK Penerbangan Angkasa Malang


Stres adalah ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional dan spiritual manusia, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia. Hal yang sering terjadi di sekolah antara lain, perlakuan guru yang tidak adil, hukuman yang kurang  menunjang, disertai disiplin yang terlalu ketat, disharmonis antara guru dan siswa. Hal tersebut pernah terjadi di SMK Penerbangan Angkasa Malang, yaitu salah satu sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Ardya Garini Cab. Bandara Abdurrahaman Saleh Malang. Hal ini menggambarkan bahwa ternyata stres siswa di SMK Penerbangan angkasa Malang juga dapat terjadi. Penelitian ini adalah penelitian jenis deskriptif  yang bertujuan untuk mengetahui stress siswa di SMK Penerbangan Angkasa Malang yang respondennya berjumlah 40 siswa.Dari hasil penelitian didapatkan lebih dari setengahnya responden (55%) atau sebanyak 22 siswa memiliki stres siswa yang kurang baik, Sebagian besar responden (85%) atau sebanyak 34 siswa tidak mau untuk bersikap respek dan tidak mau mematuhi peraturan-peraturan di SMK Penerbangan Angkasa Malang, sebagian kecil responden (30%) atau sebanyak 12 siswa ada yang tidak mau untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah di SMK Penerbangan Angkasa Malang, lebih dari setengahnya responden (35%) atau sebanyak 14 siswa masih ada yang kurang baik saat menjalin persahabatan dengan teman-teman di SMK Penerbangan Angkasa Malang, lebih dari setengahnya responden (53%) atau sebanyak 21 siswa masih belum dapat bersikap hormat secara militer terhadap guru, pemimpin sekolah, dan staf lainnya.Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan upaya tindak lanjut kepada pihak sekolah untuk lebih meningkatkan dan dapat menggali informaasi permasalahan yang terjadi dengan siswa tersebut.